Berita

Apakah Gigitan Nyamuk Bisa Menularkan HIV AIDS?

Hari Sabtu, 01 Desember 2018, RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA bersama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Tegalharjo menggelar Bakti Sosial dan Penyuluhan HIV AIDS. Bakti sosial berupa pengobatan dan konsultasi kesehatan tersebut merupakan kegiatan yang diadakan rutin oleh Rumah Sakit dengan LPMK Tegalharjo. Sedangkan penyuluhan mengenai HIV AIDS diberikan kepada masyarakat dalam rangka Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 01 Desember.

 

          Kegiatan ini berlangsung di Pendhapa Kelurahan Tegalharjo pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB. Rumah Sakit yang dipimpin oleh dr. William Tanoyo, M.Kes ini mengirim 1 penyuluh, 1 dokter, 4 perawat, serta 2 apoteker untuk melayani masyarakat.

       

        Acara dibuka oleh Bapak Joko Wahono selaku ketua LPMK Tegalharjo dan dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Senen, SE, Lurah Tegalharjo. Kepala Sub Seksi Pelayanan Keperawatan Ruang Poliklinik RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA, Bapak Sularno, menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada Rumah Sakit untuk kembali melayani masyarakat Kelurahan Tegalharjo.

 

          Pukul 08.30 WIB, Ibu BM Susilowati, S.Kep. Ns., M.Kes, konselor VCT di Rumah Sakit, memberikan penyuluhan seputar Penyakit HIV AIDS kepada masyarakat Tegalharjo. Beliau memaparkan mengenai definisi HIV AIDS, fenomena HIV AIDS di Indonesia, cara penularan, gejala, hingga cara pencegahannya.

          Berdasarkan materi yang beliau sampaikan, HIV lebih berpotensi menular melalui cairan sperma, cairan vagina, dan Air Susu Ibu (ASI). HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk, bersalaman atau sentuhan, berpelukan, menggunakan peralatan makan bersama, menggunakan jamban yang sama, atau tinggal serumah. Sedangkan pencegahan HIV bisa diingat dengan singkatan ABCDE. ABCDE terdiri dari: A – Anda hindari hubungan seks berganti pasangan, B – Bersikap saling setia, C – Cegah dengan menggunakan kondom, D – Dihindari pemakaian narkoba suntik, dan E – Education (pendidikan) dan penyuluhan tentang HIV/ AIDS.

         

         

        Pukul 09.15 WIB, sesi penyuluhan selesai dan dilanjutkan dengan pengobatan serta konsultasi kesehatan. Warga yang sebelumnya telah didaftar oleh perawat dan melakukan pengecekan tensi, dipanggil satu persatu untuk berkonsultasi dengan dokter. Setelah melalui pemeriksaan dokter, warga kemudian diberi resep dan menuju konter farmasi untuk mengambil obat.

 

Direktur Utama Rumah Sakit bersama dengan perwakilan manajemen hadir pada sekitar pukul 11.15 WIB dan menyempatkan untuk berfoto bersama Lurah Tegalharjo, Ketua LPMK Tegalharjo, dan bersama tim kesehatan. Hingga pukul 12.00 WIB, Rumah Sakit di bawah naungan YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA ini telah melayani setidaknya 65 orang warga.

 

HARI PENYANDANG CACAT SEDUNIA 2018

HARI AIDS SEDUNIA 2018

PEDULI TERHADAP KESEHATAN MATA, RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA BERPARTISIPASI BERI EDUKASI KESEHATAN PADA SISWA-SISWI SMP LAZUARDI KAMILA GIS

Jumat, 23 November 2018 RUMAH SAKIT Dr. OEN SURAKARTA memberikan edukasi kesehatan kepada siswa dan siswi SMP Lazuardi Kamila GIS, Banjarsari, Surakarta. Mengangkat tema “Dampak Negatif Gadget pada kesehatan mata”, siswa dan siswi tampak bersemangat mengikuti edukasi tersebut.  Acara ini diselenggarakan di Ruang Aula Lazuardi Kamila, dimulai pada pukul 08.45 WIB. 48 siswa dan siswi hadir dalam ruangan tersebut.

Materi disampaikan oleh dr. Ivan Setiawan, dokter umum di Rumah Sakit yang berada di bawah naungan YAYASAN KESEHATAN PANTI KOSALA ini. Kegiatan ini bertujuan agar siswa dan siswi dapat mengerti pengaruh gadget terhadap kesehatan bola mata. Gadget atau gawai adalah perangkat elektronik yang dapat menunjang pekerjaan atau komunikasi. Gadget biasanya berupa handphone, tablet, atau komputer. Bila pengguna menggunakan perangkat ini dengan frekuensi tinggi, paparan cahaya dari gadget bisa mengganggu penglihatan.

Pemateri memaparkan bahwa waktu maksimal penggunaan gadget adalah 60 menit dengan jarak pandangan ke layar sejauh 30-40 cm pada kondisi cahaya yang tidak terlalu terang dan juga gelap. Usai aktivitas menggunakan gadget disarankan selama 20 detik melihat lingkungan dengan jarak sejauh 6 meter.

Rumah Sakit yang dipimpin oleh dr. William Tanoyo, M.Kes ini mendukung kegiatan edukasi yang diinisiasi oleh SMP Lazuardi Kamila GIS agar meningkatkan kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat terhadap masyarakat khususnya remaja yang pada saat ini berada dalam era digitalisasi. Acara berlanjut kepada sesi tanya jawab, terdapat lima siswa yang bertanya seusai pemaparan materi di sampaikan. Setelah sesi tanya jawab, acara ditutup pada pukul 09.45 WIB dengan berfoto bersama.